Tampilkan postingan dengan label Radio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radio. Tampilkan semua postingan
Rabu, 23 November 2011

Warung Lesehan



Terinspirasi dari blog Shitlicious akhirnya gw sadar. Gw punya blog, gw punya domain sendiri dan kenapa blog ini jarang diupdate??  Yeeaah, it's me !!!

Oke eko oke.. Kali ini gw mw posting tentang warung lesehan yang sebentar lagi atau tepatnya minggu² ini bakal launching. Eccciiieeeeeee *tepuktangan*.

"Gerobak Batik" yang bakal nemenin kita nanti.
PERSIAPAN

"Naaah ini dia. Kenapa sii? Ada apa? Persiapannya lamaaa cooyy."

30 hari lebih kita (gw, ipank, leo, gani, wido, tengku) mempersiapkannya. Ternyata bukan nikahan aja yang persiapannya lama. Buka warung lesehan juga lama dan lumayan ribeeeuut.

Awalnya sii gw, ipank, leo, gani, mau usaha kaos sablonan. Dipiki-pikir modal yang ngga terlalu besar, ngga terlalu ribet lagi ngurusnya akhirnya tercetuslah ide untuk usaha kaos sablonan. Untungnya di Cirebon ada yang namanya "Pasar Gaya" (buat yg belum tau, searching aja di google) jadi untuk nyari kaos polos gak terlalu sulit.  Ehhhh ternyata, hal itu gak semudah yg kita bayangin. Harusnya Kita berempat udah tau kapan pasar gaya tuh buka. Udah jauh-jauh ke sana alhasil pasar gaya-pun tutup. Salah hari kitaa... -,- *sabar-sabar*.



tampang kelelahan sang "Pengusaha Muda". Eciiyeeeee

Salah satu dari kita-pun ngusulin: "Priben misale buka warung lesehan bae? Ajak rt(wido) bari tengku bae sekalian". Sip! Ide cerdas, sangat cerdas !! *tepuktangan*

WARUNG LESEHAN

Kalo ditanya desain Cirebon pasti identik sama batik mega mendung. Nah, itu jadi alesan kita untuk nge-desain gerobak kita agar terlihat lebih wokeeh (kalo mau liat gerobaknyaada tuh diatas gambarnya. Hehehe. :p). Meja jg akhirnya didesain batik agar terlihat selaras sama gerobak warung lesehan kita. Ehh selaras tuh apaan sii?

Tuh liat gambar disamping ----»
Papua a.k.a Gani lagi nge-desain meja warung lesehan. Ehhmmm yang rapih yaa paaaakk. :p


"Lokasi warungnya dimana yaa? Kita mau mampir niih."
Oh ia (tuhkan blenger) untuk lokasi kita ada di daerah Karanggetas, pas belokan Panjunan tepatnya depan Dealer motor Honda. Orang Cirebon pasti tau deh. Ngga tauu?? Ngga usah jadi orang Cirebon lagi !!!

Taraaaaaaaa.. mejanya udah jadi :D



Insya Alllah, sebentar lagi, pokoknya minggu-minggu ini warungnya akan Grand Launching. Dan seperti yang sudah diduga artis-artis pendukung seperti Sherina, Five Minutes, Ungu, Paramore GAK akang kita undang untuk ngisi acara (manggung) di grand opening ini.

Yang pastinya sii buat temen-temen ayooo mampir ke warung lesehan yang belum dikasi nama ini. Menunya murah-murah tapi enak-enak. Dijamin gak bakal nyesel kalo dateng dan nyoba makannya. Ajak juga temen, sahabat, keluarga, pacar, selingkuhan #eeh, semuanya deh untuk dateng. Jangan cuma dateng aja!!! Cicipin makanannya juga. Hehehehehe....
Senin, 21 November 2011

Semangat GARUDA MUDA !!!


“Tidak ada istilah dendam melawan Malaysia. Kami bermain seperti biasa demi mencapai satu tujuan, kemenangan.” Rahmad Darmawan - Pelatih Timnas U-23


INDONESIA
INDONESIA
INDONESIA
INDONESIA 
INDONESIA 



Hari ini tepatnya malam nanti, tim nasional u-23 akan bertemu Malaysia di Gelora Bung Karno dalam Final perbutan emas sea games ke-26 untuk cabang sepakbola.

20 tahun sudah masyarakat menanti  Indonesia Raya di sepakbola. 
SEA Games Manila 1991. Ya! saat itulah timnas terakhir kali mendapatkan emas sea games di cabang sepakbola. Waktu itu pelatih Tim Nasional Indonesia asal Rusia, Anatoly Polosin, punya terget berat yang harus diraih: medali emas harus direbut lagi setelah lolos dari genggaman di SEA Games 1989. Dua tahun sebelumnya (1987) saat SEA Games digelar di kandang, Indonesia berhasil menjadi juara cabang sepakbola untuk kali pertama.

Jadi, tak heran lagi bila masyarakat Indonesia menginginkan emas di cabang sepak bola. Bukan waktu yang sebentar untuk meraihnya. Setelah sebelumnya timnas terseok-seok di sea games kini timnas-pun ingin mewujudkannya malam nanti. 
Indonesia vs Malaysia

Masih ingat memori kelam di piala AFF 2010 lalu? Ya! disitulah masyarakat Indonesia berkespetasi besar terhadap tim nasional Indonesia. Waktu itu malaysia menang 3-0 dikandang dan 1-2 di GBK. Wajar bila masyarakat Indonesia ingin "balas dendam" atas memori kelabu itu.
"Semua bukan karena dendam yang harus dituntaskan. Tapi, emas hanya dilandasi untuk kemenangan bangsa Indonesia" Okto Maniani -Pemain timnas Indonesia U-23 


Antusias Masyarakat

Dukungan masyarakat Indonesai terhadap timnas akhir-akhir ini memang luar biasa. Dilihat dari gelaran piala AFF 2010 lalu dengan setia suporter timnas dari berbagai kalangan, suku dan lain lain tetap mendukung timnas.

Di sea games ini-pun antusias masyarakat tidak kalah hebatnya. Kemarin sore (20/11) contohnya, antrian panjang terlihat dibeberapa loket penjualan tiket. Karena jumlah tiket yang disediakan tak sebanding dengan pengantre, mereka yang tidak kebagian tiket pun akhirnya murka. Dan akhirnya sekitar pukul 16.30, massa yang kecewa membakar loket penjualan tiket dekat Istora. 



Kepada semua punggawa timnas U-23, ingatlah: sejarah hanya mengabadikan nama para juara. Maka, bertarunglah, menanglah, dan jadikan namamu abadi! (@zenrs)
SEMANGAT TIMNAS U-23. AYO KITA BISAAA!!!!!!!!!
Kamis, 25 November 2010

Penyiar Radio Harus Paham Jurnalistik



Inilah salah satu yang ingin ditingkatkan oleh Aliansi Wartawan Radio Indonesia (Alwari), wadah baru bagi wartawan radio.
Ketua Umum Alwari Tias Anggoro pada Radio Nederland Siaran Indonesia: “Dalam menyampaikan informasi penyiar menjalankan fungsi seorang wartawan radio, apa pun jenis informasinya. Baik yang bersifat current issue, maupun informasi ringan, seperti hiburan dan olah raga.”
Menurut Alwari, wartawan radio adalah mereka yang berfungsi mencari, menghimpun, mengolah, memproduksi dan menyiarkan informasi. Selain itu juga reporter, kontributor, koresponden, editor, penulis naskah, dan penyiar masuk dalam kategori profesi sama.
Oleh karena itu, dia harus memahami betul aspek-aspek kode etik wartawan Indonesia. Salah satu niat Alwari adalah meningkatkan profesionalitas kewartawanan radio di Indonesia.
Penyiar radio tidak bisa sekadar memetik berita dari harian, dia harus menguasai berbagai keterampilan lain untuk mengolah dan menyampaikan berita.
Meskipun sudah ada PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia), namun ada kebutuhan sebuah wadah khusus untuk wartawan radio di Indonesia. PWI dan AJI lebih terpusat pada wartawan yang bekerja di media cetak. (RADIO NEDERLAND)

Kiat Menulis di Media Online: T Model dalam 800 Kata



Media online adalah generasi baru media massa. Ia memiliki karakter tersendiri dibandingkan media lainnya. Teknik atau gaya penulisannya pun sedikit berbeda dengan media ”konvensional”.
1. KNOW YOUR AUDIENCE
Kenali Pembaca Anda! Menulis di media apa pun, termasuk media online, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan pembaca. Studi menunjukkan, pembaca media online (user) cenderung membaca tulisan di web secara cepat, bahkan sekilas, “terburu-buru”, dan “tidak serius”.
Mereka juga cenderung lebih proaktif dari pembaca media cetak atau pemirsa TV dalam berburu informasi.
Tulisan Anda juga berpotensi memiliki jangkauan global. Jadi, pertimbangkan apakah Anda ingin membuatnya dimengerti user lokal, nasional, atau internasional.
2. THINK FIRST AND THINK DIFFERENT
Pikirkan dulu dan cari yang beda. Sebelum Anda mulai melaporkan dan menulis cerita Anda, tanyalah diri Anda: Apa inti tulisan/berita yang akan saya ceritakan?
Lalu, pikirkan cara terbaik untuk menyampaikan cerita itu, apakah melalui audio, video, grafik yang bisa diklik, teks, link, dsb. –atau gabungan semuanya.
Upayakan cerita Anda berbeda dan lebih baik dari media lain dari segi penyajian dan sudut pandang.
3. TAILOR YOUR NEWS GATHERING
Kumpulan informasi secara khusus dan raciklah secara khusus pula untuk kebutuhan pembaca website.
Reporter media cetak cenderung mencari informasi. Reporter TV mencari emosi pada kamera, ”potongan suara” (sound bites), dan gambar untuk dipadukan dengan kata-kata (narasi).
Jurnalis online harus terus-menerus memikirkan unsur-unsur yang berbeda dan bagaimana mereka saling mengisi dan melengkapi satu sama lain: Carilah kata-kata untuk dipadukan dengan gambar; audio dan video untuk dipadukan dengan kata-kata.
Ingatlah, foto-foto terlihat lebih baik di media online ketika dibidik atau di-crop secara sempit, dan streaming video lebih mudah ditonton dengan latar belakang polos dan zooming minimal.
4. WRITE LIVELY AND TIGHT
Buatlah tulisan yang “hidup” dan ketat. Menulis untuk Web seharusnya merupakan persilangan antara naskah siaran dan tulisan untuk media cetak –lebih ketat dan tajam dari media cetak, tetapi lebih rinci dibandingkan naskah siaran. Tulis dalam kalimat aktif, bukan pasif.
Naskah siaran yang baik menggunakan kalimat-kalimat pendek, lugas, kalimat sederhana, dan satu gagasan per kalimat, serta menghindari kalimat panjang.
Menggunakan konsep penulisan demikian dalam menulis secara online, membuat tulisan lebih mudah dipahami dan lebih mengundang perhatian pembaca.
Gaya bertutur (conversational styles) juga disenangi pembaca Web.Khalayak online lebih menerima gaya penulisan yang tidak konvensional.
Pada saat yang sama, jangan lupa bahwa aturan tradisional penulisan juga berlaku di media online.
Sayangnya, kualitas tulisan tidak konsisten di sebagian situs berita online. Tulisan yang kacau, tidak menarik, berbelit-belit, ceroboh, banyak salah ketik, tidak akan dimaafkan. Pembaca tidak akan meneruskan bacaannya dan tidak akan kembali ke Web Anda. Tidak seperti pembaca koran lokal, pembaca online memiliki banyak pilihan dan dengan mudah pindah ke situs lain.
5. EXPLAIN
Jelaskan. Menyajikan berita terbaru secepat mungkin itu baik. Kecepatan itu penting di media online, tapi pembaca juga tidak sekadar ingin tahu apa yang terjadi, namun juga mengapa hal itu terjadi.
Sajikan berita terbaru, dengan cepat, ringkas, padat, namun tetap “lengkap” sehingga pembaca memahami cerita secara lengkap pula.
6. NEVER BURY THE LEAD
Jangan lupakan Lead, teras berita. Buatlah ringkasan atau inti cerita. Ketika menulis untuk media online, hal sangat mendasar adalah menyampaikan kepada pembaca secara cepat inti cerita dan mengapa mereka harus meneruskan bacaan.
Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan struktur cerita “Model T”. Dalam model ini, teras cerita (story’s lead) –garis horizontal dalam huruf T– merangkum cerita dan, idealnya, mengatakan mengapa cerita itu penting.
Lead tidak perlu mencantumkan ending atau akhir cerita, tapi hanya memberikan alasan untuk terus membaca.
Lalu, sisa cerita –garis vertikal dari huruf T– dapat membentuk struktut apa saja: penulis dapat bercerita secara naratif; menyajikan anekdot dan diikuti dengan sisa cerita; melompat dari satu ide ke ide yang lain; atau hanya meneruskan cerita dengan model ”piramida terbalik”.
7. SHORT BUT SWEET
Kebanyakan cerita online terlalu panjang/lama untuk audiens Web, dan beberapa pembaca menyelesaikannya.
Menurut Roy Peter Clark, cerita apa pun dapat diceritakan dalam 800 kata — pedoman yang baik untuk tulisan online.
Tapi jadikan itu sebagai pedoman, bukan aturan. Pembaca akan setia meneruskan bacaannya, meski tulisannya panjang, jika ada alasan menarik untuk itu dan jika isi tulisan itu terus memikat perhatian mereka.
Membuat pembaca men-scroll ke bawah sisa tulisan, umumnya lebih disukai daripada harus meng-klik halaman baru. User berita online melakukan scroll.
Studi yang dilakukan “The Poynter” menunjukkan, sekitar 75 persen teks artikel dibaca secara online –jauh lebih besar ketimbang di-print. Lagi pula, jika naskah itu mereka print dulu baru dibaca, mereka kehilangan kesempatan untuk proaktif berkomentar atau mengkliklink artikel terkait.
8. BREAK IT UP
Pecah, bagi-bagi! Blok teks yang lebih besar membuat membaca di layar jadi sulit dan Anda lebih mungkin untuk kehilangan pembaca.Menggunakan subjudul dan pointer (bullets/numbering) untuk memisahkan teks dan ide-ide sangat membantu.
Tulisan harus tajam dan cepat dibaca. Gunakan paragraf dan kalimat-kalimat pendek. Gunakan pula jarak antar-paragraf. Berikan ruang bagi pembaca untuk ambil nafas (pausing for a breath). Sediakan”ruang istirahat mata”.
9. DO NOT FEAR THE LINK
Jangan takutkan link (tautan). Banyak situs memiliki ketakutan paranoid, bahwa jika mereka menyertakan link ke situs lain, pembaca akan pergi dan tidak pernah kembali.
Tidak benar! User lebih suka membuka situs yang mengkompilasi link tautan yang berharga (click-worthy links) —lihat keberhasilan Yahoo!
Jika orang tahu bahwa mereka dapat mempercayai situs Anda, mereka akan datang kembali ke situs Anda.
Pilih link yang meningkatkan nilai cerita dengan membantu pembaca mendapatkan informasi tambahan.
10. TAKE RISKS . . . BUT REMEMBER THE BASICS
Jurnalisme online adalah industri baru dan berkembang. Gaya penulisan pun baru dan terus berkembang. Tidak ada aturan, hanya ide. Ambil risiko itu –mencoba hal baru, sesuatu yang berbeda, tapi jangan lupakan dasar-dasar jurnalistik.
Fakta tetap harus dicek secara cermat, cek ulang. Tulisan masih tetap harus tajam, hidup, dan lugas (to the point). Cerita harus termasuk konteks dan kode etik harus ditaati. Jangan biarkan ”jebakan kecepatan 24/7” (keharusan menyajikan berita tiap saat, 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu) dan perangkat baru jurnalisme membuat Anda lupa dasar-dasar jurnalistik.
Kita harus tetap berpegang pada dasar-dasar jurnalisme untuk menghasilkan berita yang dapat percaya, karena pada akhirnya itulah (berita terpercaya, kredibilitas situs) yang akan membuat pembaca datang kembali ke situs kita.
– By ASM. Romli, www.romeltea.com. Disarikan dengan sedikit modifikasi dari artikel “A Dozen Online Writing Tips” by Jonathan Dube, CyberJournalist.net.

5 Top Articel

DENNI BLOG. Diberdayakan oleh Blogger.